Liputan6.com, Jakarta - Seno Gumira Ajidarma adalah seorang penulis yang memiliki ciri khas tersendiri karena gaya penulisan yang digunakan Seno Gumira Ajidarma ini terbilang unik, siapapun yang membaca karya beliau entah itu novel ataupun cerpen pasti setuju dengan ini.
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi kritik cerpen "Telinga" karya Seno Gumira Ajidarma (SGA) terhadap rezim Orde Baru (Orba) Indonesia.
Kehidupan pribadi Seno Gumira Ajidarma tentu tak boleh dilewatkan jika kita membahas mengenai biografi dirinya. Sosok sastrawan yang satu ini merupakan putra dari pasangan Prof. Dr. M.S.A. Sastroamidjojo dan dr. Poestika Kusuma Sujana. Ia lahir di Boston, Amerika Serikat pada 19 Juni 1958.
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 28 Desember 1980) TETANGGA. Wah, ini sulit. Apalagi di kampung. Kawanku yang apel pacarnya sampai lebih dari jam sepuluh malam, ban sepeda motornya yang diparkir di depan rumah tiba-tiba kempis semua. Sedikit saja tidak sempat menegur, sudah dikira sombong. Serba sulit. Serba harus menyesuaikan diri.
Saksi Mata merupakan salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen "Saksi Mata" yang dikarang oleh Seno Gumira Ajidarma.Kumpulan cerpen tersebut diterbitkan pada tahun 1994 oleh Bentang Pustaka. "Saksi Mata" ditulis SGA berdasarkan keterangan para korban dan saksi mata atas Insiden Dili, 12 November 1991 yang terjadi di Timor Timur.. Saksi Mata menceritakan tentang seorang saksi di pengadilan, Saksi
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 30 November 2003) SEMINGGU setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe, dan memesan Rembulan dalam Cappuccino. Dari Sumanasantaka (sekitar 1204) karya Mpu Monaguna: "sang hyang candra bangun bahitra dateng ing kulem amawa sasa mareng jawa." Tentang segi astronomi bait ini,
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 01 Maret 2020) Seno Gumira Ajidarma, lahir di Boston, Amerika Serikat, 19 Juni 1958. Kini menjabat sebagai Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Seno lebih dikenal setelah menulis trilogi karyanya tentang Timor Timur, yakni Saksi Mata (1994, kumpulan cerpen), Jazz, Parfum, dan Insiden (1996, novel
Definisi rindu prosa panjang Seno Gumira Ajidarma SGA rasanya tidak pernah absen nulis cerpen, setidaknya setiap tahun kita akan membaca satu cerpen SGA di Kompas, tapi kalau novel panjang rasanya yang terakhir adalah Marti dan Sandra — yang tetap menurut saya ini adalah semacam novella yang dikembangkan dari cerpen SGA, Pelajaran Mengarang: Cerpen Pilihan KOMPAS 1993 tahun 1992, kemudian
Buku antologi Saksi Mata berisi 13 cerpen karya Seno Gumira Ajidarma. Karena cerpen-cerpen tersebut memiliki kaitan asosiatif dengan peristiwa yang terjadi di suatu masyarakat tertentu, yakni masyarakat Timor Timur, diasumsikan bahwa cerpen-cerpen itu kental dengan nuansa sosiologis. Oleh karena itu, kajian ini
Berdasarkan analisis cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma menggunakan kajian estetika posmodern yang meliputi pastiche, parody , prefabrication, kitsch, camp , dan
JIh3VL8.