Namunpada inti Okta, fungsinya dapat dibagi antara 4-4 core (prosesor besar dan prosesor kecil) dari dua core. Ini sedikit meningkatkan efisiensi. Karena itu octa-core digunakan. Jadi perbedaan nyata antara Quad dan Octa bukan hanya kecepatan, tetapi efisiensi dan konsumsi daya.
ekarangini, kebanyakan CPU menggunakan teknologi dual core, quad core dan octo core. Sebenarnya, apakah arti 'core' pada CPU dan apa pe
Denganperpaduan tersebut smartphone mampu menjalankan aplikasi-aplikasi terbaru yang telah tersedia dalam layanan Google Playstore. Memasuki performa dapur pacu ponsel, Xiaomi mengandalkan prosessor tercepat bertenaga Hexa-core, Quad-core ARM Cortex-A53 64 bit dan Dual-core ARM Cortex-A72 speed 1.8 Ghz dari Chipset Qualcomm Snapdragon.
Meskipundemikian, sejak AMD mengeluarkan seri Ryzen, cap “cepat panas” ini mulai memudar, meskipun belum sebaik Intel dengan core i3, i5, i7, dan i9 yang masih menjadi primadona. Inilah yang membuat perbedaan AMD dan intel core i3 lebih mencolok. Baca juga: Cek Cara Mempercepat Koneksi WiFi di Laptop dan HP, Anti Lemot! 2. Grafis
Adaprocessor dual core, ada juga quad core. Tentu bagi kita yang masih awam dengan teknologi ini tentu juga galau harus pilih smartphone ibarat apa yang sempurna kita pilih. Anda akan semakin galau kalau hanya mendengar dongeng dari sobat bahwa processor dual core lebih cepat, tapi ada juga yang bilang quad core ialah yang terbaru dan terbaik
Semuaitu tergantung dengan jenis prosesor yang anda gunakan, semakin banyak komponennya maka semakin cepat juga kinerja yang dihasilkan oleh ponsel. Adanya Quad-core, Octa-core, atau Hexa-core. Tentu untuk sebagian orang sebutan ini tidak asing di telinga. Karena bagi orang yang paham akan sangat mudah untuk mengetahui seberapa secapt
Yuk simak perbedaan iPhone XS dan iPhone XR berikut ini. Masuk Daftar. Ditulis Oleh: Bagikan. Home; Perbedaan iPhone XS dan iPhone XR, Sudah Tahu? Hexa-core (2Ă—2.5 GHz Vortex + 4Ă—1.6 GHz Tempest) Hexa-core (2Ă—2.5 GHz Vortex + 4Ă—1.6 GHz Tempest) Quad-LED dual-tone flash, HDR (photo/panorama) panorama, HDR. Video 4K@24/30/60 fps
Sepertiquad-core dengan konfigurasi big.LITTLE lainnya, Snapdragon 808 dan 810 juga menerapkan pembagian dua kelompok core dengan peran "big" dan "LITTLE." atau hexa core, seperti halnya Exynos 5 Hexa-nya Samsung). Selain jumlah core "big"-nya yang dikurangi, GPU-nya juga di-downgrade ke Adreno 418, yang juga sama baru dikonfirmasikan
Laptopini tersedia dalam 2 pilihan procesor yaitu Intel Core Quad-Core i5 dan Hexa-Core i7 generasi ke-8. Dari segi grafis, Dell G7 dibekali grafis diskrit NVIDIA GeForce GTX 10 series dengan opsi NVIDIA GeForce GTX 1060 dengan Max-Q Design. dan lebih tahan guncangan. Opsi penyimpanan yang tersedia adalah SSD 128 GB dan 256 GB. Selain itu
Inidikenali sebagai pemproses multi-core dan termasuk pemproses teras dual core, quad core, hexa-core dan octa-core. Pemproses dwi-teras adalah satu jenis unit pemprosesan pusat (CPU) yang mempunyai dua teras pelaksanaan lengkap. Oleh itu, ia mempunyai kuasa gabungan dua pemproses, cache dan pengawal cache ke satu cip tunggal.
zrf0WxM. Gadgetren – Menyasar handphone segmen entry-level, Samsung telah menghadirkan Galaxy A03 dan Galaxy A03 Core dengan kisaran harga Rp 1 Jutaan di label Core yang dibawanya, menandakan bahwa Galaxy A03 Core mempunyai spesifikasi dan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan Galaxy A03. Namun kedua handphone ini ternyata masih memiliki spesifikasi hardware yang cukup sumber energi kehidupannya, Samsung Galaxy A03 dan Galaxy A03 Core dilengkapi dengan baterai berkapasitas yang mampu bertahan lama. Sementara adaptor charger keduanya mempunyai output 7, kasat mata, kedua handphone ini sama-sama menggunakan layar penuh 6,5 inci dengan resolusi HD+ 1600 x 720 piksel, teknologi PLS, kerapatan piksel 270 ppi, dan poni berbentuk v Galaxy A03 Vs Galaxy A03 CoreSamsung Galaxy A03 diotaki chipset Unisoc T606 Octa-Core Dual-Core 1,6 GHz + Hexa-Core 1,6 GHz yang sedikit lebih cepat dibandingkan dengan Unisoc SC9863A Octa-Core Quad-Core 1,6 GHz + Quad-Core 1,2 GHz.Galaxy A03 hadir dengan dua varian yang terdiri dari RAM 3 GB + penyimpanan 32 GB seharga Rp dan RAM 4 GB + penyimpanan 64 GB seharga Rp Sementara Galaxy A03 Core dilengkapi RAM 2 GB + penyimpanan 32 GB seharga Rp spesifikasi tersebut dapat terlihat bahwa merupakan hal yang wajar apabila Galaxy A03 mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan Galaxy A03 Core, terutama dari sektor RAM yang mempunyai kapasitas lebih menangani spesifikasi hardware yang lebih rendah, Samsung pun menyematkan sistem operasi Android 11 Go Edition pada Galaxy A03 Core yang memang dioptimalkan untuk handphone dengan RAM 512 MB atau RAM 1 itu, Samsung juga menyematkan beberapa aplikasi berlabel Go seperti Gallery Go, yang ringan pada Galaxy A03 Core. Berbeda dengan Galaxy A03 menggunakan sistem operasi Android 11 reguler dengan tampilan OneUI Core urusan fotografi, Samsung Galaxy A03 hadir dengan dukungan dua kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 48 MP dan depth 2 MP. Sementara Galaxy A03 Core hanya hadir dengan satu kamera belakang 8 resolusi yang besar, Samsung Galaxy A03 bakal mampu menghasilkan foto yang mempunyai detail dan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan Galaxy A03 Core. Apalagi Galaxy A03 lebih mudah menghasilkan foto bokeh latar buram secara instan karena dukungan multi perbandingan tersebut, terlihat bahwa Galaxy A03 mempunyai spesifikasi hardware dan fitur yang lebih unggul dibandingkan Galaxy A03 Core. Namun perlu dicatat bahwa kedua handphone ini tidak dibekali sensor Samsung Galaxy A03 Vs Galaxy A03 CoreSpesifikasiSamsung Galaxy A03Samsung Galaxy A03 CoreLayarLayar penuh 6,5 inci, PLS, HD+ 1600 x 720 pikselLayar penuh 6,5 inci, PLS, HD+ 1600 x 720 pikselChipsetUnisoc T606 Octa-Core Dual-Core 1,6 GHz + Hexa-Core 1,6 GHzUnisoc SC9863A Octa-Core Quad-Core 1,6 GHz + Quad-Core 1,2 GHzRAM / penyimpanan3 GB / 32 GB 4 GB / 64 GB2 GB / 32 7,75W 7,75W ChargingKamera BelakangKamera utama 48 MP Kamera depth 2 MPKamera utama 8 MPKamera Depan5 MP5 MPFitur LainnyaBluetooth, WiFi, jaringan 4G-LTE, port microUSB GPSBluetooth, WiFi, jaringan 4G-LTE, port microUSB GPSHargaRp Rp Terkait
Perbedaan Intel Core i3, Core i5, dan Core i7 Winpoin YOGYAKARTA – Prosesor merupakan otak dari komputer. Tapi, memahami perbedaan antara beberapa jenis prosesor membutuhkan kerja otak yang tak produsen menerapkan skema penamaan yang agak membingungkan. Buktinya, masih banyak pengguna yang ragu dalam menentukan pilihan. Antara Intel i3, i5, atau i7, mana yang harus dibeli?Kali ini, tim VOI sudah mengumpulkan perbandingan ketiga prosesor tersebut. Setelah mengenali perbedaan di antara ketiganya, semoga Anda bisa lebih mudah dalam menentukan pilihan produk PC atau laptop yang ingin Intel Core i7, Core i5, dan Core i3Seperti yang bisa kita simpulkan dari namanya Intel Core i7 lebih baik ketimbang Core i5, dan Core i5 lebih baik dibanding Core i3. Masalahnya adalah mengetahui apa yang bisa diharapkan dari tiap Core i7 bukan berarti prosesor dengan tujuh inti! Ini cuma penamaan versi prosesor saja dan mengindikasikan tingkat Core i3 yang lebih tua memiliki prosesor dual-core. Tapi, Core i3 generasi terbaru i3 gen 11 memiliki CPU dengan konfigurasi dual-core dan yang sama juga dimiliki prosesor Core i5. Generasi awal Core i5 dibekali konfigurasi prosesor dual dan generasi terbaru memiliki kombinasi quad atau bahkan hexa-core prosesor -lengkap dengan kecepatan overclock yang lebih tinggi ketimbang Core itu, generasi terbaru CPU Core i7 memiliki konfigurasi quad-core, hexa core, dan octa-core. Sekali lagi, performa Intel Core i7 mengungguli Core i5 dan jauh lebih kencang ketimbang CPU entry-level Core lebih mudah, konfigurasi quad-core biasanya lebih baik ketimbang dual-core, hexa-core lebih bagus daripada quad-core, dan seterusnya. Tapi, pengandaian ini tidak selalu akurat. Bergantung pada generasi CPU. BACA JUGA Cara Memeriksa Spesifikasi CPU Laptop atau KomputerAnda bisa memeriksa spesifikasi CPU pada sebuah laptop atau komputer. Cukup melihat kombinasi angka yang mengikuti nama versi Intel Core yang digunakan. Misal, Intel Core i7-11700K mengindikasikan bahwa laptop tersebut mengandalkan CPU Core i7 Generasi itu, angka yang mengikuti simbol generasi CPU mengisyaratkan perbandingan kemampuan antara CPU dalam satu generasi. Misal, Intel Core i3-8145U lebih baik ketimbang Core i3-8109U. Pasalnya, angka 145 lebih tinggi dibanding 109. Anda bisa melihatnya, bukan?Sampai saat ini, peraturan penamaan tersebut masih dijalankan oleh Intel. Hanya saja, pengguna awam aan kesulitan mengikuti -karena ada banyak modifier yang bisa kita temukan dalam satu seri itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam memilih CPU Intel. Semoga dengan mengetahui perbedaan Intel Core i3, Core i5, dan Core i7 melalui penjelasan di atas bisa membantu Anda untuk menentukan laptop atau PC yang harus dibeli.
Bagusan Mana? Prosesor Dual, Quad, Atau Octa-core? – Seiring dengan melonjaknya popularitas mobile gaming, semakin banyak pula calon konsumen yang sangat mempertimbangkan soal performa jika akan memilih sebuah smartphone baru. Karena jelas! Untuk urusan gaming, memang sangat dibutuhkan perangkat dengan performa tinggi agar game bisa dimainkan dengan lancar. Kalau untuk urusan laptop sih, masih lebih gampang. Tinggal pilih saja seri laptop gaming, yang sudah pasti punya performa tinggi. Sedangkan kalau untuk smartphone? Hingga saat ini, masih belum ada pembeda yang jelas antara mana smartphone yang dioptimalkan untuk urusan gaming, dan mana smartphone yang ditujukan untuk kebutuhan lainnya. Yang paling kontras mungkin cuma ada di kelas flagship saja. Dimana ada ROG Phone series yang jelas dioptimalkan untuk kebutuhan gaming mobile. Selain yang satu itu, rasanya penamaan “gaming” pada smartphone lain yang beredar hanyalah untuk kepentingan marketing saja. Prosesor Adalah Penentu Performa Kebanyakan konsumen hanya akan terpaku pada kapasitas RAM. Mereka meyakini bahwa semakin besar kapasitas RAM, maka performanya pasti akan lebih baik. Padahal, yang lebih penting lagi itu adalah prosesor CPU dan GPU. Sedangkan, RAM hanyalah sebagai penunjang saja. Seperti yang sudah pernah saya jelaskan pada tulisan tentang keuntungan RAM besar pada smartphone dan laptop. Jadi, jika ingin memilih smartphone yang punya performa mumpuni untuk gaming, pastikan untuk selalu memperhatikan prosesor apa yang mereka gunakan. Nah, untuk soal prosesor sendiri masih ada banyak hal juga yang perlu diketahui. Agar nantinya kita bisa memilih prosesor smartphone yang sesuai dengan yang kita harapkan. Di bawah ini adalah beberapa istilah yang perlu kamu ketahui tentang prosesor. Sebelum kemudian, barulah kita akan lanjut pada bahasan tentang memilih prosesor yang terbaik. Istilah tersebut antara lain adalah CPU Central Processing Unit Merupakan prosesor utama yang fungsinya adalah untuk mengolah data, serta melakukan proses dari perintah yang kita berikan. Ibarat kata, CPU ini adalah otaknya perangkat smartphone dan laptop. Cepat tidaknya respon dari perangkat kita, akan tergantung dari kekuatan CPU yang digunakan. GPU Graphics Processing Unit Merupakan prosesor khusus yang dioptimalkan untuk membantu pemrosesan dan pengolahan gambar alias grafis. Buat kita yang suka main game, peran GPU ini sangatlah penting untuk membantu kerja CPU. Terlebih jika game yang dimainkan itu punya grafik HD atau 3D. Semakin kuat GPU, maka ia akan mampu memproduksi grafik yang lebih detail, dalam waktu yang lebih cepat. Sehingga, frame rate dari game yang dimainkan pun juga akan semakin tinggi. Benefitnya, pergerakan animasi video dalam game pun bisa semakin lancar, dan kita pun bisa terhindar dari yang namanya ngelag. SoC System on Chip Atau disebut juga sebagai chipset, merupakan chip yang terintegrasi. Dimana didalamnya terdapat “satu paket” CPU, GPU, chip modem dan juga berbagai prosesor lainnya. Umumnya, smartphone menggunakan SoC karena ukurannya yang kecil. Core Artinya adalah inti, yang merujuk pada “inti prosesor”. Biasanya, kita akan menggunakan istilah “sekian-core” untuk menyebutkan jumlah inti core dari sebuah prosesor. Baik itu CPU maupun GPU. Tapi pada smartphone, umumnya yang disebutkan hanyalah jumlah core dari CPU-nya saja. Jumlah Core Untuk menyebut jumlah core, biasanya digunakan istilah berikut Single core adalah 1 inti. Dual core adalah 2 inti. Quad core adalah 4 inti. Hexa core adalah 6 inti. Octa core adalah 8 inti. Deca core adalah 10 inti. Dan begitu seterusnya. Pada smartphone di era sekarang, jumlah inti prosesor tersebut terkadang bisa mengecoh kita sebagai konsumen. Penjelasan lebih lanjut akan kita bahas di bawah yaa. ARM & Cortex Sejauh yang saya ketahui, ARM ini adalah perusahaan yang biasa mendesain sebuah prosesor. Dan desain prosesor yang dibuat oleh ARM inilah yang biasanya digunakan oleh para pembuat SoC, dalam membangun prosesor untuk smartphone dan tablet. Biasanya, prosesor yang menggunakan desain dari ARM akan memiliki nama “Cortex” dibelakangnya. Misal Quad core sekian GHz, ARM Cortex-A**. x86 Adalah desain prosesor rancangan Intel yang bisa sangat kencang tapi boros, namun bisa juga menjadi hemat daya jika clockspeed-nya diturunkan. x64 Adalah desain prosesor rancangan AMD yang saat ini masih menjadi pesaing utama dari Intel. Khususnya di pasar laptop dan juga PC. Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan utama. Setelah kita mengetahui bahwa “core” itu adalah inti dari prosesor, mungkin kita akan mulai berpikir bahwa jumlah core yang lebih banyak otomatis performanya bakal lebih bagus. Pendapat ini memang 100% benar. Tapi kalau kita bicara soal prosesor pada smartphone, pendapat ini bisa berubah menjadi kurang tepat. Mengapa demikian? Kita sudah tau kan, bahwa prosesor yang digunakan oleh perangkat smartphone itu umumnya menggunakan desain prosesor SoC rancangan ARM? Dan SoC rancangan ARM ini ternyata agak sedikit unik. Karena mereka memiliki desain S0C yang diberi nama yang terdiri dari 2 jenis arsitektur prosesor yang berbeda. Dan kedua jenis arsitektur prosesor tesebut kemudian dijadikan satu paket dalam SoC. Arsitektur yang dimaksud itu adalah arsitektur “core cepat” dan “core hemat daya”. Kelebihan dan kekurangannya masing-masing adalah sebagai berikut Core Cepat Tipe core prosesor “big” ini bisa sangat ngebut alias punya performa tinggi, namun memiliki kekurangan pada efisiensi daya. Artinya, kalaupun clockspeed-nya diturunkan underclock, maka ia tetap tidak bisa hemat daya. Beberapa arsitektur prosesor dari ARM yang masuk dalam kategori core cepat adalah Cortex-A57 Cortex-A72 Cortex-A73 Cortex-A75 Cortex-A76 Cortex-A77 Cortex-A78 Cortex-X1 Core Hemat Daya Sedangkan tipe core prosesor “LITTLE” ini punya kelebihan pada efisiensi daya alias irit dalam penggunaan daya baterai. Tapi, meskipun clockspeed-nya dinaikkan overclock, ia tetap tak bisa memberikan performa yang lebih baik dibanding dengan tipe core prosesor “big”. Beberapa arsitektur prosesor dari ARM yang masuk dalam kategori core hemat daya adalah Cortex-A32 Cortex-A34 Cortex-A35 Cortex-A53 Cortex-A55 Dalam konsep desain SoC kedua arsitektur core prosesor tersebut biasanya akan dijadikan satu paket untuk saling melengkapi. Yang mana, konfigurasinya pun bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana sang vendor pembuat SoC. Misalnya, ada yang pakai konfigurasi 2 core cepat plus 6 core hemat daya, ada yang pakai konfigurasi 4 core cepat plus 4 core hemat daya, ada juga yang pakai 8 core yang kesemuanya menggunakan konfigurasi core hemat daya. Konfigurasi konsep desain memungkinkan smartphone untuk bisa hemat daya, namun juga bisa ngebut saat dibutuhkan. Misalnya, saat smartphone sedang tidak digunakan atau sedang menjalankan aktivitas yang ringan, maka SoC hanya akan menggunakan core hemat daya agar baterai tidak cepat habis. Sedangkan ketika kita sedang melakukan aktivitas berat seperti bermain game, peran untuk mengolah data akan diambil alih oleh core cepat agar performanya bisa lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan antara performa dan juga konsumsi daya akan bisa berimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan. Konfigurasi yang beimbang seperti ini, biasanya akan kita temukan pada SoC dari smartphone kelas menengah keatas, hingga kelas flagship. Sedangkan untuk kelas menengah, hingga kelas entry level, biasanya mereka hanya akan menggunakan SoC dengan konfigurasi core hemat daya semua. Dan oleh karena alasan inilah yang membuat jumlah core lebih banyak tidak selalu bisa memberikan performa yang lebih baik. Jadi, Bagaimana Menentukan Pilihan Prosesor Yang Baik? Konfigurasi pada SoC smartphone, membuat kita tidak lagi bisa terpaku pada jumlah core prosesor. Karena jika dibandingkan, 2 core prosesor “big” akan punya performa yang lebih tinggi daripada 8 core prosesor “LITTLE”. Maka dari itu, kita harus membandingkan bagaimana konfigurasi SoC yang digunakan pada smartphone yang kita incar. Jika ternyata arsitektur core prosesornya sama misalnya sama-sama A53, maka yang punya lebih banyak core pasti akan punya performa lebih tinggi. Jika jumlah core-nya juga sama? Maka prosesor dengan clockspeed lebih tinggi misalnya vs akan punya performa yang lebih baik. Dalam beberapa kasus, arsitektur prosesor yang lebih modern bisa saja punya performa yang lebih tinggi walau punya clockspeed yang lebih rendah. Pada contoh daftar nama “core prosesor” yang saya sebutkan tadi, arsitektur yang berada di urutan lebih bawah adalah arsitektur yang lebih baru dan juga punya performa lebih tinggi. Jadi Cortex-A78 itu lebih baik daripada Cortex-A77, dan Cortex-A55 itu lebih baik daripada Cortex-A53. Lalu, bagaimana dengan core prosesor Kryo? Bisa dibilang bahwa Kryo ini merupakan core prosesor berbasis arsitektur ARM juga, tapi dengan sedikit modifikasi. SoC yang digunakan oleh perusahaan pembuat chip yaitu Qualcomm tersebut sudah terdiri dari core prosesor big dan juga LITTE. Mungkin nanti akan saya buatkan bahasan tersendiri tentang ini karena bisa agak panjang. Tambahan Perlu diketahui bahwa walau mungkin sebuah SoC hanya mengusung core hemat daya semua, bukan berarti smartphone yang menggunakannya tidak akan bisa digunakan untuk nge-game. Kalau menurut pengalaman saya, SoC yang menggunakan konfigurasi octa core Cortex-A53 sudah terbilang cukup baik untuk menjalankan berbagai game. Walaupun tetap saja, akan lebih baik jika ternyata chipset yang digunakan sudah menggunakan core cepat. Selain itu, performa gaming itu tidak melulu dipengaruhi oleh CPU saja. Karena peran GPU alias chip pengolah grafis juga akan sangat mempengaruhi performa. Umumnya, smartphone Android yang beredar saat ini mengandalkan beberapa GPU seperti Adreno bawaan dari chipset Qualcomm Snapdragon, Mali, hingga PowerVR. Namun sayangnya, seringkali, detail dari GPU ini sendiri masih jarang diungkapkan sehingga biasanya kita hanya akan mengira-ngira performanya berdasarkan seri chipset yang digunakan. Kesimpulan Jadi, sekali lagi saya tegaskan bahwa jumlah core yang lebih banyak belum tentu dapat memberikan performa yang lebih baik. Semua itu tergantung dari amal dan ibadah arsitektur alias desain rancangan untuk membangunnya. Silakan jelajahi blog ini untuk menemukan berbagai informasi menarik lainnya. Semoga bermanfaat! 🙂